» » SUBHANALLAH...,!? Mengapa Orang yang Sakaratul Maut Melihat ke Atas? Ternyata Ini Dia Jawabannya Dan Buktikan Kebenarannya...

SUBHANALLAH...,!? Mengapa Orang yang Sakaratul Maut Melihat ke Atas?

Para malaikat duduk mengelilingi orang beriman tadi sejauh mata memandang.

Maka, perhatikan orang yang akan wafat dunia, apabila dalam keadaan sakit dia tidak lihat ke kanan, atau ke kiri apalagi ke bawah. Namun dia menatap ke atas, ke depan. Karena pada dasarnya malaikat itu ada. Ada.

Saat kita sedang mengkondisikan orang yang tengah sakaratul maut, orang lain yang sedang nangis entah pihak keluarga atau kerabat diminta untuk pergi menjauhi si sakaratul maut tadi. Jangan mengganggu orang yang sakaratul maut. Orang yang sangat sedih jangan ngomong tentang kesedihan terkecuali tentang kebaikan. “Duh ibu ini susah wafatnya, ” misalnya seperti itu. Ini tidak diperbolehkan.

Rasulullah Saw pernah berkata jangan bicara kecuali yang baik. Para malaikat itu mengaminkan apa yang kalian katakan.

Orang yang sakaratul maut telah tidak ingin apa-apa. “Pak ini ada uang segepok. ”

Si sakaratul maut itu tidak akan gubris.

“Pak baju ini buat bapak. ”

Si sakaratul maut tadi tidak lihat.

Benarlah itu tanda sakaratul maut karena dunia itu rasanya telah hambar. Jadi yang kita lakukan yaitu tenangkan, talkin. Ia lihat peristiwa besar, jangan paksakan untuk memahami kita. “Ajarilah orang (menjelang/sesudah) wafat di antara anda dengan kalimat “لاَ إِلٰهَ إِلاَّ اللهُ” (tidak ada tuhan kecuali Allah) ”. (HR. Muslim).

Talkin di telinga si sakaratul maut di telinga sebelah kanan. Dengan lembut, tidak usah buru-buru. Berikan jeda saat supaya dia mencerna kalimat thayyibah yang kita berikan. Jika dia telah mengucapkan Lailaha illallah, telah, jangan diajak bicara lagi.

Jika setelah itu si sakaratul maut tadi mengucapkan sesuatu, seperti “Air, haus, ingin minum, ” talkin kembali sehingga ia mengucapkan kalimat Lailaha illallah sampai itu jadi kalimat terakhirnya. Mohon pada Allah supaya dicabut nyawa dalam keadaan baik.

***
Kembali, sesudah para malaikat duduk mengelilingi sang mukmin selama mata melihat. Lalu, datanglah Malaikat Maut duduk tidak jauh dari kepala sanga mukmin. Malaikat Maut bertutur, “Wahai jiwa yang tenang, keluarlah menuju ampunan Allah dan keridhaan-Nya. ”

Lalu, keluarlah jiwa sang mukmin dari jasadnya layaknya keluarnya tetesan air dari bibir tempat air.

Lalu Malaikat Maut mengambilnya. Apabila Malaikat Maut telah mengambil ruhnya jadi malaikat lainnya tidak biarkan ruh itu ada di tangan Malaikat Maut sekejap mata juga sampai mereka mengambilnya. Mereka meletakkannya ke kafan beserta wewangian dari surga tadi. Ruh itu keluar dengan aroma yang wangi. Mereka membawanya naik ke atas. Setiap kali mereka melalui para malaikat, mereka di tanya, “Siapakah ruh yang baik ini? ”

Malaikat-malaikat yang membawa ruh itu mengatakan, “Ini ruh Fulan bin Fulan, ” untuk menyebut panggilan terbaiknya saat didunia.

Sampai para malaikat sampai ke langit. Mereka memohon supaya pintu langit dibuka, jadi dibukakanlah untuk mereka lalu diiringi oleh beberapa malaikat dari seluruh penjuru langit sampai ke langit selanjutnya, sampai akhirnya ke langit yang ketujuh.

Lalu Allah Swt. berfirman, “Tulislah catatan amal hambaKu di ‘Illiyyin, dan kembalikan ia ke bumi ; karena sesungguhnya Saya menciptakan mereka (manusia) dari bumi (tanah), kepadanya akan Kukembalikan, serta dari sana bakal Kukeluarkan mereka pada waktu yang lain. ”

Semoga kita semua wafat dalam keadaan husnul khatimah.

About Unknown

Hi there! I am Hung Duy and I am a true enthusiast in the areas of SEO and web design. In my personal life I spend time on photography, mountain climbing, snorkeling and dirt bike riding.
«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments:

Leave a Reply